Pages

Cari :

Memuat...

Definisi Masalah

Analisis kebijakan dimulai dengan pernyataan yang tegas dan jelas akan masalah yang akan di analisis.
BAB ini akan membuka cara memahami perbedaan orang memandang masalah.

SITUASI MASALAH DAN MASALAH SANG ANALIS

Membuat pilihan kebijakan seringkali dimulai dari memikirkan alternatif terkait dengan masalah, biasanya masalah ekonomi yang kita harapkan dapat mempermudah kita menajukan alternatif. Tapi sebagai seorang analis, kamu harus mendefinisi ulang masalah dan tidak hanya men-generalisasikannya. Buatlah masalah jadi lebih spesifik, lalu fikirkan alternatif jalan mengatasinya. Fikirkan pula untuk melihat kondisi dan kemungkinan mereka yang akan medukung solusimu.
Masalah sosial cenderung melibatkan banyak fihak, dalam hal ini; harus jelas batasan intervensi dan hal yang mungkin mempengaruhi kebijakan.
Kemampuan memodifikasi situasi juga dibutuhkan, maksudnya, cobalah untuk menyatukan pendapat seseorang atau sekelompok orang guna menciptakan solusi baru yang dapat diterima semua fihak. Ingatlah bahwa setiap keputusan mengandung konskekwensi yang tentunya lebih baik ditanggung bersama.
Contoh kasus untuk menjadikan masalah lebih spesifik adalah:
- Masyarakat dan struktur sosial masyarakat modern yang tak terorganisasi dengan baik (Masalah Secara Umum)
- Masalah Kejahatan dan penegakan keadilan (Masalah yang setingkat lebih spesifik / Kategori menengah)
- Meningkatnya angka kejahatan (Masalah yang lebih spesifik)
Selain itu, kita perlu pula menilai tujuan suatu organisasi jika dibandingkan dengan nilai yang lebih tinggi, misalnya dengan mengambil pola berfikir mereka yang dilayani oleh organisasi tersebut. Dalam kasus ini, cobalah fikirkan kepentingan Negara, dibanding memikirkan tujuan organisasi internasional nya saja.
Seorang pemain catur, tidak dapat memikiran strategi pada setiap langkah permainan. Pemain yang lebih baik, dapat membaca sejumlah strategi yang mungkin akan diambil lawan saat melangkahkan bidak catur. Membuat pilihan kebijakan seringkali dimulai dari memikirkan alternatif terkait dengan masalah, biasanya masalah ekonomi yang kita harapkan dapat mempermudah kita menajukan alternatif. Tapi sebagai seorang analis, kamu harus mendefinisi ulang masalah dan tidak hanya men-generalisasikannya. Buatlah masalah jadi lebih spesifik, lalu fikirkan alternatif jalan mengatasinya. Fikirkan pula untuk melihat kondisi dan kemungkinan mereka yang akan medukung solusimu.
Disinilah perlunya ”Pemindaian-Campur”, seseorang dapat memiliki pandangan yang lebih luas pada saat tertentu dan disaat lain dapat bekerja dalam satu ketidak leluasaan yang sementara ditempuh sebagai kebenaran.

MASALAH PERGANTIAN STRUKTUR PENGAMBIL KEPUTUSAN POLITIS

Dalam cara pandang yang sangat luas kita mungkin berfikir untuk mengganti struktur pengambil keputusan politis dibanding membuat keputusan sendiri dalam sistem itu. Kita mungkin akan mengambil tindakan tersebut bilamana kita menemukan bahwa sulit menerapkan sebuah kebijakan dalam struktur yang ada sekarang. Pemimpin politik, kepala organisasi dan yang lain dalam perspektif jangka panjang akan lebih suka melakukan hal ini.
Perubahan fundamental pada struktur akan mempengaruhi dasar sebuah organisasi, bila pada negara bahkan akan mengubah konstitusi.
Pilihan kita Antara pandangan yang luas dan pandangan yang lebih sempit tergantung pada tingkat keyakinan yang kita miliki dalam kombinasi bagian bagian sistem secara keseluruhan. Juga bergantung pada Diagnosisi kita akan kemungkinan dan sumber daya yang bisa kita andalkan dalam menganalisa dan bertindak. Kita mungkin akan mengambil tindakan tersebut bilamana kita menemukan bahwa sulit menerapkan sebuah kebijakan dalam struktur yang ada sekarang. Pemimpin politik, kepala organisasi dan yang lain dalam perspektif jangka panjang akan lebih suka melakukan hal ini.

BAGAIMANA SITUASI MASALAH MUNCUL
Guna memahami definisi orang lain tentang masalah, kita harus memahami proses sosial secara umum yang mebuat orang orang menyadari situasi mereka. Jika kelompok pengambil kebijakan setuju bahwa ada masalah disini, sorang analis yang memiliki akses ke kelompok ini; tidak perlu lagi meyakinkan mereka bahwa ”ada masalah!!”, namun bisa langsung pada tahap penelitian alternatif kebijakan.
Masalah sosial yang didefinisikan Robert K Merton sebagai ”ketidaksesuaian yang signifikan dan tidak diinginkan” antara standar kebersamaan dan kondisi nyata. Atau dengan kata lain,”Sebuah situasi tak terduga yang tidak sejalan dengan tata nilai yang dianut sekelompuk orang yang menyetujui bahwa perlu adanya tindakan untuk mengatasi situasi”.

MENGGUNAKAN STATISTIK DALAM MENDEFINISIKAN MASALAH
Dalam mendifinisikan masalah, statistik dapat digunakan sebagai alat penting. Umumnya digunakan untuk membandingkan situasi nyata yang terjadi dalam satu kondisi dengan kondisi yang diharapkan; namun harus digunakan secara seksama dalam mendefinisikan masalah sang analis.

MENDEFINISI ULANG PERMASALAHAN
Saat anda telah mendefinisi ulang masalah sang analis dan analisismu, lalu anda membuat rekomendasi, tidak jarang anda harus meyakinkan pihak lain bahwa rekomendasi anda lebih baik dari mereka, hal ini mungkin baik sebelum analisis anda komplit.
Sebuah ketidak sesuaian antara tata nilai yang ada di masyarakat dengan kondisi nyata dilapangan tidak selalu membutuhkan tindakan.
Kadang dalam mendefinisi ulang sebuah permasalahan, kita ada dalam posisi dapat mengecam situasi, institusi atau orang. Kita kadang dapat dukungan lebih dengan tindak pengecaman ini.
Anda kadang dapat pula ”menata ulang” masalah sosial dengan melibatkan orang orang saat meramu informasi. Melibatkan anggota masyarakat dalam pengumpulan informasi, kadang justru membuat masalah baru tampak; meski awalnya tidak disadari bahwa masalah tersebut ada.
DEFINISI YANG MENJADI PILIHAN ANALIS
Analis awam mungkin menanggapi makna pendefinisian ulang yang tadi kita bicarakan. Namun bila anda menggunakan bukti dan alasan sebagai upaya mengangkat masalah, hal ini akan memicu diskusi ditengah masyarakat; bahkan tidak jarang menghasilkan hal yang lebih rasional.
Definisi masalah awal seringkali berhubungan dengan sebab munculnya masalah. Pendefinisian ulang sang analis hendaknya jauh dari hal ini agar dapat menemukan kebijakan yang bisa sejalan dengan keadaan.
KESIMPULAN
Analisis kebijakan dimulai dengan mendefinisikan masalah yang akan di analisis. Keputusan anda memilih definisi yang tepat adalah langkah awal yang penting. Jika kamu terburu buru menerima pendapat seseorang atas masalah kamu mungkin sudah mengingkari alternatif dari sudut pandang mayoritas yang terlibat. Karenanya kami menyarankan untuk memisahkan antara situasi masalah dengan masalah versi analis, penampakan masalah yang anda pilih.
Meskipun penting untuk memformulasi ulang masalah, anda harus memahami sudut pandang pihak lain terhadap masalah yang ada.
Dalam mendifinisikan masalah, statistik dapat digunakan sebagai alat penting. Umumnya digunakan untuk membandingkan situasi nyata yang terjadi dalam satu kondisi dengan kondisi yang diharapkan; namun harus digunakan secara seksama dalam mendefinisikan masalah sang analis. Pilihan kita Antara pandangan yang luas dan pandangan yang lebih sempit tergantung pada tingkat keyakinan yang kita miliki dalam kombinasi bagian bagian sistem secara keseluruhan. Juga bergantung pada Diagnosisi kita akan kemungkinan dan sumber daya yang bisa kita andalkan dalam menganalisa dan bertindak.
Membuat pilihan kebijakan seringkali dimulai dari memikirkan alternatif terkait dengan masalah, biasanya masalah ekonomi yang kita harapkan dapat mempermudah kita menajukan alternatif. Tapi sebagai seorang analis, kamu harus mendefinisi ulang masalah dan tidak hanya men-generalisasikannya. Buatlah masalah jadi lebih spesifik, lalu fikirkan alternatif jalan mengatasinya. Fikirkan pula untuk melihat kondisi dan kemungkinan mereka yang akan medukung solusimu.
Dalam cara pandang yang sangat luas kita mungkin berfikir untuk mengganti struktur pengambil keputusan politis dibanding membuat keputusan sendiri dalam sistem itu. Kita mungkin akan mengambil tindakan tersebut bilamana kita menemukan bahwa sulit menerapkan sebuah kebijakan dalam struktur yang ada sekarang. Pemimpin politik, kepala organisasi dan yang lain dalam perspektif jangka panjang akan lebih suka melakukan hal ini.
Anda kadang dapat pula ”menata ulang” masalah sosial dengan melibatkan orang orang saat meramu informasi. Melibatkan anggota masyarakat dalam pengumpulan informasi, kadang justru membuat masalah baru tampak; meski awalnya tidak disadari bahwa masalah tersebut ada.
Untuk memahami pandangan orang lain atas masalah, anda harus memahami secara umum akan bagaimana situasi saat masalah timbul
Saat kamu telah memilih definisi masalah menurut anda, mungkin anda harus meyakinkan yang lain tentang betapa tepatnya pemikiran anda.

REFERENSI
Duncan Mac Rae,Jr and James A. Wild, Policy Analysis For Public Decision
University of North Carolina at Chapel Hill

World Breaking News

Belajar Bahasa Inggris Mandiri

Artikel Komputer

 

Google+ Saya

Google+ Followers

Pilih Tulisan

KlaK-KliK

Kabar Bengkulu

Kabar Nusantara

Instagram