Pages

Cari :

Hati Berkarat

Dari Ibn Umar r.a, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat jika terkena air.” Tanya sahabat, “Ya Rasulullah, apakah pembersihnya?
Sabda Baginda, “Banyak mengingati mati dan membaca Al-Quran.”
[ Hadith Riwayat Al-Baihaqi]

ISTILAH hati dalam bahasa Arab disebut qalbun, yaitu anggota badan yang letaknya di sebelah kiri dada dan merupakan bagian terpenting bagi pergerakan darah. Dikatakan juga hati sebagai qalb, karena sifatnya yang berubah-ubah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah bersabda,
“Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya, ia adalah hati.” (Muttafaq ‘alahi).

Manusia yang banyak membuat dosa dan lalai dari mengingati Allah akan menyebabkan hatinya berkarat seperti besi yang berkarat bila terkena air. Hanya dengan membaca Al-Quran dan mengingati mati, hati akan menjadi bersinar kembali.

Hati ibarat cermin. Hati yang bersih umpama cermin yang bersih berkilat. Semakin bersih cermin itu, maka semakin terang cermin itu dan semakin mudah memantulkan cahaya keimanan.

Manakala, hati yang berkarat pula ibarat cermin yang kotor berdebu maka sukarlah untuk memantulkan cahaya makrifat. Semakin sukarlah pula untuk menerima hidayah Allah.

Hati yang sakit (Qalbun Maridh), ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya; Riya’, hasrat ingin dipuji, Hasad, dengki, ghibah dan sebagainya. Juga sombong dan tamak.

Agar hati bersih, dalam membaca Al-Quran bukan sekadar memerhatikan huruf,tajwid, fathah dan dhammah sebaliknya hendaklah bertafakkur dan merenungi maksud ayatnya.

Dalam satu hadith dinyatakan bahwa jika seorang hamba melakukan satu dosa maka akan timbul satu titik hitam dalam hatinya. Jika dia bersungguh-sungguh bertaubat, insyallah titik hitam itu akan hilang.

Sebaliknya jika dia terus hanyut dengan perbuatan maksiatnya berkali-kali maka akan muncul banyak titik hitam dalam hatinya sehingga boleh menutupi terus hatinya dari menerima cahaya Allah. 

Bila hati menjadi hitam legam dan kotor maka akan hilanglah keinginan dan kecenderungannya untuk berbuat kebaikan malah hati tadi akan condong ke arah kejahatan. Firman Allah :“Sekali-kali tidak; sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” [Al-Muthafifin: 14]

“Aku tinggalkan padamu 2 nasihat, yang satu berbicara, dan yang satu lagi diam. Yang berbicara adalah Al-Quran, dan yang diam adalah mengingati mati.” [dipetik dari kitab Fadhail Amal]

Hati Berkarat, dihadapkan pada siapapun yang memiliki kelebihan, hatinya akan serta merta menyelidiki bibit-bibit dan kekurangannya, Bila sudah ditemukan hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang berharga, ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan bibit dan kekurangan orang itu kepada siapa saja, agar kelebihannya menjadi tenggelam, naudzhubillah Sungguh malang dan kasihan orang yang kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit.

Semoga Allah memelihara hati kita agar jauh dari karat yang mengantar ke neraka.

World Breaking News

Belajar Bahasa Inggris Mandiri

Artikel Komputer

 

Google+ Saya

Google+ Followers

Pilih Tulisan

KlaK-KliK

Kabar Bengkulu

Kabar Nusantara

Instagram