Pages

Cari :

Catatan 7 April 2014 pada 10.11 malam

Sudah seharusnya menjadi lebih kuat, sudah tiba saatnya siap untuk menghadapi segala kemungkinan, siap menang siap kalah, siap jatuh dan terkapar, siap luka dan berdarah darah, siapkan diri untuk ujian Allah.SWT yang lebih besar lagi. Karena setiap fase dalam hidup harus dilalui tanpa kompromi, harus bisa menyadari batas kemampuan diri, berhenti berharap pada keberuntungan semata.... 


Sadarilah bahwa arogansi datang dalam seribu wajah, satu Persatu menampar meninggalkan bekas biru... Laksana pemburu, kita juga diburu. Setiap anak panah yang kita lepaskan; balik kembali, sebagian tepat menghujam di dada sendiri.


Sadari tidak semua upaya yang didasari niat baik akan membawa hasil baik, karena ukuran kebaikan bagi tiap jiwa berbeda beda. Sebagaimana terik matahari adalah pembunuh bagi yang kehausan dipadang pasir namun kehidupan bagi tunas muda dirimba tropis.


Aku mungkin bodoh. Terlalu bodoh untuk menyadari bahwa ini semua bukan tentang upaya menemukan bahagia atau kesejatian, ini hanyalah sebuah permainan, ini hanya tentang mengumpulkan bintang dan menyajikannya dimeja makan dengan cara elegan, lagu pengiring balada yang tidaklah mendayu tapi menderu karena sang waktu memburu....


Tegakkan dada dan tunjukkan, meski hanya hal kecil yang bisa dilakukan namun terus membawa kebaikan. Kesemestaan manfaat diri bagi orang banyak, adalah kunci menjalani hidup nikmat, tentunya bila rasa syukur menjadi landasannya.


*Catatan ini mengakhiri satu bab lagi, dalam buku bernama kehidupan.


I'm moving on.....

World Breaking News

Belajar Bahasa Inggris Mandiri

Artikel Komputer

 

Google+ Saya

Google+ Followers

Pilih Tulisan

KlaK-KliK

Kabar Bengkulu

Kabar Nusantara

Instagram